![]() |
| Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). alarabiya.net |
DemokrasiNews.com
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS),
yang telah merebut sebagian wilayah di Suriah dan Irak, telah mengatakan
kepada para pegiat di Provinsi Deir al-Zor, sebelah timur Suriah,
mereka harus bersumpah setia kepada kelompok itu dan mengikuti sensor
diberlakukan mereka. Ini kata sebuah kelompok pemantau mengatakan
kemarin.
"Kelompok militan itu memberlakukan aturan tersebut setelah melakukan
sebuah pertemuan empat hari lalu dengan para aktivis terlibat di bidang
media," kata kelompok pemantau dari Observatorium Suriah untuk Hak
Asasi, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (2/8).
Organisasi media internasional memiliki sedikit kehadiran di Suriah
dan mengandalkan para pegiat serta sumber-sumber lain untuk memberikan
informasi tentang apa yang terjadi di Suriah.
ISIS juga mengatakan para pegiat bahwa mereka harus mengakui
kekhalifahan didirkan ISIS, berdasarkan interpretasi ketat mereka
tentang Islam, yang telah dideklarasikan pada beberapa wilayah yang
dikendalikan mereka di Irak dan Suriah.
ISIS juga mengatakan mereka harus berhenti menggunakan istilah "Daash" untuk menggambarkan kelompok itu.
Observatorium, sebuah kelompok pemantau berbasis di Inggris, yang
melaporkan tentang Suriah menggunakan jaringan dari sumber di lapangan,
mengatakan ISIS juga melarang para pegiat bekerja dengan saluran
televisi dengan segera.
Mereka diberitahu bahwa video, gambar atau laporan tertulis perlu ditinjau oleh Kantor Informasi ISIS, sebelum distribusikan.
ISIS, yang telah berperang dengan kelompok pemberontak saingan dan
pasukan pemerintah di Suriah, telah mengoperasikan medianya sendiri yang
didistribusikan pada media sosial dan forum Internet militan.
ISIS menggunakan sayap media mereka yang mulai beroperasi pada Juni
lalu, ketika ISIS mengumumkan pembentukan kekhalifahan Negara Islam
dalam berbagai laporan menggunakan beberapa bahasa. Mereka juga
menghasilkan berbagai video yang menunjukkan pemimpin kelompok itu dan
untuk merayakan kemajuan militernya.
Di Irak, kelompok ini telah secara sistematis membasmi segala
pengaruh agama atau budaya yang mereka anggap non-Islam sejak mereka
berhasil menyapu beberapa wilayah di sana melalui utara Irak pada bulan
Juni lalu. [fas]
Sumber: Merdeka.com










0 komentar:
Posting Komentar