![]() |
| Benjamin Netanyahu. ©REUTERS |
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memaksa gencatan senjata
dengan pasukan Hamas. Dia mengatakan kapok lantaran gencatan senjata
terakhir tidak berjalan mulus.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Ahad (3/8), sumber dekat
Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan,
Netanyahu ingin Presiden Barack Hussein Obama tidak menanyakan dia
masalah gencatan senjata lagi. "Menurut dia Hamas sudah enggan
membincangkan gencatan senjata," ujar sang sumber tidak disebutkan
namanya itu.
Israel menuding Amerika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi
naif dan seolah mematuhi Hamas. Pejabat Negeri Bintang Daud itu juga
menyalahkan negara-negara Teluk seperti Qatar yang tidak mendesak Hamas
untuk serius dalam gencatan senjata.
Amerika secara tegas menyalahkan Hamas atas penculikan prajurit
Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Presiden kulit hitam itu mengatakan
jika ingin serius mengatasi perang ini Hamas harus membebaskan anggota
IDF tanpa syarat secepat mungkin.
Mungkin Obama lupa. Israel memiliki 326 pesawat
tempur F-16 dan 3.930 kendaraan lapis baja, namun Hamas dan Palestina
tidak memiliki satu pun. Ini bukan perang tapi pembantaian. [din]
Sumber: Merdeka.com










0 komentar:
Posting Komentar