DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Kembangkan Potensi Wisata, Pemkot Jakut Adakan Festival Pesisir 2014

Written By admin on Minggu, 24 Agustus 2014 | 12.18



Jakarta, DemokrasiNews.com - Pemerintah kota Jakarta Utara kembali mengadakan Festival Pesisir untuk kali keenam dalam rangka mempromosikan obyek wisata di Jakarta Utara di lapangan parkir Mal Artha Gading pada tanggal 22 sampai 24 Agustus 2014. Di dalam acara festival tersebut dipamerkan 100 stan yang terdiri dari hasil kerajinan, jajanan dari PKL binaan Sudin UMKM, serta berbagai lomba seperti lomba memasak makanan laut yang pesertanya dari enam kecamatan di Jakarta Utara, lomba jurai jaring, lomba busana, dan batik pesisir.

Kepala Suku Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Jakarta Utara Sri Haryati mengatakan, untuk acara hari pertama lomba yang diadakan di festival pesisir 2014 adalah lomba mengolah makanan pesisir enam kecamatan dengan juri Chef Rudy Choirudin.

"Tujuan utama diadakan acara lomba ini adalah untuk memotivasi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan pesisir dan mengembangkan ekonomi masyarakat," ujar Sri di Jakarta, Jumat (22/8) siang. Sri mengungkapkan dalam lomba pada hari ini diikuti 22 kelompok usaha bersama nelayan di Jakarta Utara dan ibu-ibu PKK dari enam kecamatan.

"Di dalam kelompok usaha bersama ini kami menyosialisasikan program-program pemerintah dalam rangka menyejahterakan kehidupan nelayan," tambah Sri.

Menurut Sri ke depannya pemkot Jakarta Utara melalui Sudin Perikanan, Peternakan dan Kelautan akan mengadakan pelatihan bagi ibu kader PKK yang akan mendapatkan pelatihan untuk mengolah bahan makanan dari ayam dan ikan. "Harapan kami agar ibu-ibu di wilayah Jakarta Utara bisa memiliki ketrampilan dan membantu perekonomian keluarga dengan ketrampilan dan pengetahuan mereka dalam dunia makanan," tandas Sri.

Sementara itu Ketua ibu PKK Jakarta Utara Mirdianti Heru Budi Hartono menyambut baik diadakannya lomba memasak kuliner ayam dan ikan dan demo olahan oleh chef Rudy Choirudin. "Acara seperti ini selain menjadi ajang silaturahmi juga bisa menjadi media untuk bertukar pengalaman antar sesama anggota PKK dan nelayan," ujar Mirdianti.

Salah satu anggota peserta lomba jurai jaring, Kubil (45) yang juga selaku ketua paguyuban KUB kecamatan Cilincing mengatakan ia sangat senang dengan diadakan festival pesisir karena bisa menambah pengetahuan para nelayan. "Sekali-kali  ikutan acara seperti ini agar bisa refreshing di tengah kegiatan menangkap ikan di laut," ujar Kubil.

Menurut Kubil, untuk kehidupan-kehidupan nelayan di Jakarta Utara sudah cukup baik dan sejahtera. "Namun demikian kami meminta permohonan kepada pemerintah untuk lebih perhatian dalam hal permodalan dan menangani masalah pencemaran laut di Teluk Jakarta," tandas Kubil.

Memiliki pendapatnya sendiri, Endang Umar (65) warga RT6/RW2 kelurahan Kelapa Gading Barat yang juga anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungannya mengatakan sangat senang dengan diadakannya acara seperti ini. "Tetapi memang acaranya ini diadakannya terlalu mendadak, jadinya kami kaget, tetapi bagus juga sebenarnya bisa untuk menambah pengetahuan kuliner," ujar Endang.

Menurut Endang saat ini keberadaan PKK terbilang pasif karena yang lebih sering mengikuti kegiatan adalah ibu-ibu yang sudah cukup berusia. "Kalau ibu-ibu yang muda biasanya sibuk bekerja atau mengurusi anak-anaknya, jadi maklum kalau anggota PKK kebanyakan sudah pada tua-tua," tandas Endang sembari tertawa bersama ibu-ibu PKK lainnya.

Sementara itu di akhir acara Chef Rudy Choirudin mengatakan agar makanan olahan ayam dan ikan harus banyak dikonsumsi oleh keluarga Indonesia. "Makanan yang diolah dari ikan memiliki kelebihannya sendiri karena memiliki protein dan antioksidan yang tinggi yang berpengaruh pada kecerdasan anak yang rutin mengkonsumsinya," ujar Rudy.

Menurut Rudy dengan wilayah maritim yang luas, seharusnya masyarakat lebih rajin dalam mengkonsumsi ikan, namun demikian Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi ikan terendah di Asia. "Padahal harga ikan tidak terlalu mahal bila dibanding daging sapi, contohnya saja ikan selar yang murah namun kandungan gizi dan nutrisinya tinggi," kata Rudy.

Rudy menjelaskan seharusnya orangtua intensif untuk mengenalkan makanan ikan kepada anak-anak mereka melalu sajian yang menarik dan lucu. "Kalau anak memang agak rewel makan, oleh sebab itu para ibu harus pintar mengolah makanan yang sekali masuk sudah lengkap dengan segala vitamin dan nutrisi lainnya, misalkan saja dalam olahan yang saya tampilkan hari ini seperti bottock lapis dengan isi ayam, udang, ikan, dan beragam jenis sayuran," tandas Rudy. 


Sumber: BS.com

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS