Moskwa (Rusia), DemokrasiNews.com - Presiden Rusia
Vladimir Putin mengatakan angkatan bersenjata Rusia yang memiliki
senjata nuklir siap untuk menghadapi agresi dari mana pun, dan
negara-negara asing harus paham: “sebaiknya tidak cari gara-gara dengan
kami.”
Pernyataan Putin itu disampaikan ketika berkunjung ke perkemahan
pemuda di pinggir Danau Seliger dekat Moskwa, Jumat (29/8) waktu
setempat.
Putin menjelaskan pendudukan Crimea di Ukraina Maret lalu penting
dilakukan untuk menyelamatkan populasi keturunan Rusia yang banyak
jumlahnya di sana dari tindak kekerasan pemerintah Ukraina.
Menurut Putin, pertempuran terus berlanjut di wilayah timur Ukraina karena Kiev menolak berunding.
Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Rusia mengirim pasukan dan
senjata untuk membantu kelompok separatis dalam konflik yang telah
menewaskan lebih dari 2.000 orang. Rusia membantah tuduhan itu.
"Rusia tidak terlibat dalam konflik skala besar mana pun. Kami tidak
menginginkan itu dan tidak merencanakannya. Namun wajar saja bahwa kami
harus selalu siap mengusir setiap agresi atas Rusia,” tegasnya.
"Para mitra Rusia harus paham bahwa sebaiknya tidak mencari gara-gara dengan kami," ujar presiden, yang tampil santai dengan sweater warna abu-abu dan celana jins biru muda.
"Untungnya, menurut saya tak satu pun berpikir untuk memancing
konflik skala besar dengan Rusia. Saya ingin mengingatkan kalian bahwa
Rusia adalah salah satu kekuatan nuklir terbesar."
Putin bicara lancar dengan para siswa itu, banyak dari mereka
membacakan pertanyaan tentang demografi dan sejarah. Di saat lain, dia
menerima hadiah atau tersenyum merendah ketika dipuji.
Namun nada suaranya berubah ketika bicara tentang Ukraina, dan
menyalahkan Amerika Serikat dan Uni Eropa atas tindak inkonstitusional
menjatuhkan Presiden Viktor Yanukovich dukungan Moskwa dan menggantinya
dengan pemimpin yang pro Eropa Barat.
Menurutnya, wilayah timur Ukraina tidak setuju dengan penggulingan
Yanukovich dan sekarang menjadi sasaran “kekuatan militer kasar”
termasuk pesawat, tank dan artileri pemerintah.
"Jika itu adalah nilai-nilai yang dianut Eropa sekarang, maka saya
paling tidak setuju," ujarnya, sambil membandingkan operasi militer
Ukraina di wilayah timur dengan kepungan pasukan Nazi atas wilayah
Leningrad pada Perang Dunia II.
"Desa-desa kecil dan kota-kota besar dikepung oleh tentara Ukraina,
yang langsung menghantam wilayah-wilayah pemukiman dengan tujuan
menghancurkan infrastruktur. Ini mengingatkan saya pada kejadian di
Perang Dunia II, ketika tentara pendudukan fasis Jerman mengepung
kota-kota kita."
Sumber: BS.com










0 komentar:
Posting Komentar