DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Putin: Jangan Cari Gara-gara dengan Rusia

Written By admin on Sabtu, 30 Agustus 2014 | 12.07



Moskwa (Rusia), DemokrasiNews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan angkatan bersenjata Rusia yang memiliki senjata nuklir siap untuk menghadapi agresi dari mana pun, dan negara-negara asing harus paham: “sebaiknya tidak cari gara-gara dengan kami.”

Pernyataan Putin itu disampaikan ketika berkunjung ke perkemahan pemuda di pinggir Danau Seliger dekat Moskwa, Jumat (29/8) waktu setempat.

Putin menjelaskan pendudukan Crimea di Ukraina Maret lalu penting dilakukan untuk menyelamatkan populasi keturunan Rusia yang banyak jumlahnya di sana dari tindak kekerasan pemerintah Ukraina.

Menurut Putin, pertempuran terus berlanjut di wilayah timur Ukraina karena Kiev menolak berunding.

Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata untuk membantu kelompok separatis dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang. Rusia membantah tuduhan itu.

"Rusia tidak terlibat dalam konflik skala besar mana pun. Kami tidak menginginkan itu dan tidak merencanakannya. Namun wajar saja bahwa kami harus selalu siap mengusir setiap agresi atas Rusia,” tegasnya.

"Para mitra Rusia harus paham bahwa sebaiknya tidak mencari gara-gara dengan kami," ujar presiden, yang tampil santai dengan sweater warna abu-abu dan celana jins biru muda.

"Untungnya, menurut saya tak satu pun berpikir untuk memancing konflik skala besar dengan Rusia. Saya ingin mengingatkan kalian bahwa Rusia adalah salah satu kekuatan nuklir terbesar."

Putin bicara lancar dengan para siswa itu, banyak dari mereka membacakan pertanyaan tentang demografi dan sejarah. Di saat lain, dia menerima hadiah atau tersenyum merendah ketika dipuji.

Namun nada suaranya berubah ketika bicara tentang Ukraina, dan menyalahkan Amerika Serikat dan Uni Eropa atas tindak inkonstitusional menjatuhkan Presiden Viktor Yanukovich dukungan Moskwa dan menggantinya dengan pemimpin yang pro Eropa Barat.

Menurutnya, wilayah timur Ukraina tidak setuju dengan penggulingan Yanukovich dan sekarang menjadi sasaran “kekuatan militer kasar” termasuk pesawat, tank dan artileri pemerintah.

"Jika itu adalah nilai-nilai yang dianut Eropa sekarang, maka saya paling tidak setuju," ujarnya, sambil membandingkan operasi militer Ukraina di wilayah timur dengan kepungan pasukan Nazi atas wilayah Leningrad pada Perang Dunia II.

"Desa-desa kecil dan kota-kota besar dikepung oleh tentara Ukraina, yang langsung menghantam wilayah-wilayah pemukiman dengan tujuan menghancurkan infrastruktur. Ini mengingatkan saya pada kejadian di Perang Dunia II, ketika tentara pendudukan fasis Jerman mengepung kota-kota kita."


Sumber: BS.com

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS