Kota Bekasi, DemokrasiNews.com - Film Dibalik 98 karya Lukman Sardi, rencananya akan serentak di tayangkan pada tanggal 15 Januari 2015 mendatang dan hal ini telah membuat resah kalangan Aktivis’98.
"Hal ini terjadi bukan dikarenakan kami tidak mengapresiasi dunia per-film-an, melainkan kami sangat mendukung karya seni anak bangsa, namun seharusnya sebuah karya seni atau film yang memberanikan diri memasukkan latar belakang ceritanya dari Peristiwa Sejarah Nasional, yaitu “Gerakan Mahasiswa ‘98”, haruslah berdasarkan Riset Sejarah yang Independen dan bertanggung jawab", menurut Rapolo Junius, Sekjen TEMPUR'98, saat berkunjung ke Media Center DPRD Kota Bekasi kemarin.
"Film Dibalik 98 karya Lukman Sardi seharusnya memberikan apresiasi dan pembelajaran akan nilai-nilai sejarah dan jasa-jasa para pelaku sejarah, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para Pahlawannya, maka selayaknya jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, namun sangat disayangkan, film ini jauh melenceng dari fakta sejarah", ucapnya.
Lebih jauh Rapolo menambahkan, film Dibalik 98 karya Lukman Sardi seharusnya lebih mengedepankan nilai-nilai sejarah dari “Gerakan Mahasiswa ‘98”, dengan menyesuaikan setting lokasi, alur gerakan/momentum aktivis’98, karakter, dialog, style dan kostum pada kondisi tahun 1998 dan Ada beberapa yang lebih membuat kami perihatin akan film ini, yaitu Pertama Adanya bendera parpol PRD berkibar di gedung DPR/MPR dalam film tersebut yang seakan-akan menjadi suatu momentum utama dalam “Gerakan Mahasiswa ‘98”, dimana pada saat itu semua elemen membaur menjadi satu dalam “Gerakan Mahasiswa ’98”. Kedua Tidak menghargai 'Pahlawan Reformasi' dengan salah pakai Jaket Almamater. Ketiga Tidak adanya spanduk raksasa warna hitam terpampang di gedung DPR/MPR yang menjadi ‘ikon’ pendudukan Mahasiswa di gedung DPR/MPR, bertuliskan “KEMBALIKAN KEDAULATAN RAKYAT, MAHASISWA-RAKYAT INDONESIA MENUNTUT SEGERA LAKSANAKAN SIDANG ISTIMEWA, CUKUP SUDAH 32 TAHUN, TERTANDA TEMPUR”. dan Keempat Tanggal penayangan film Dibalik 98 pada 15 Januari yang berketepatan dengan peringatan Malapetaka 15 Januari 1974 atau MALARI, bukannya pada bulan Mei yang identik dengan bulan pergerakan ’98.
"Ya, tentunya kami meminta kepada saudara Lukman Sardi untuk Menunda Penayangan dan Merevisi film Dibalik 98, karena banyak sekali kejanggalan dan pemalsuan fakta sejarah dan ini membuat kami resah karena film ini jangan menjadi film pemutar balikan fakta sejarah Gerakan Mahasiswa '98 dan konsekwensi dari pengindahan peringatan ini, kami akan melakukan tindakan selanjutnya yaitu gugatan baik perdata maupun pidana", pungkas Rapolo Junius Korlap Sektor IV pendudukan Mahasiswa Indonesia di gedung DPR/MPR. (MZR)










0 komentar:
Posting Komentar