DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Llli Angraini: Lestarikan Pasar Tradisional Untuk Ekonomi Kerakyatan

Written By admin on Minggu, 07 Juni 2015 | 12.27


Kota Bekasi, DemokrasiNews.com - Sebelum Pemkot Bekasi melakukan revitalisasi pembangunan pasar tradisional di kota Bekasi alangkah baiknya, pasar-pasar yang sudah ada ikut dioptimalkan. Seperti Pasar baru, bantar Gebang, Jati Asih, dan pasar-pasar lainnya. Pasar-pasar ini juga harus dioptimalkan keberadaanya.

"Kosongnya kios dan los sejumlah pasar tradisional perlu dicarikan solusi. Jangan dibiarkan kosong sehingga akan mengurangi pendapatan asli daerah yang seharusnya masuk ke kas daerah. Masukan kami kepada pemkot seperti itu sejak dulu,"kata Llli Angraini, wakil rakyat dari PPP, Komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan harus terus dilestarikan.

Misalnya mempertahankan  pasar tradisional dengan harapan ekonomi kerakyatan seperti  para pedagang kecil yang menghuni pasar-pasar tradisional terus tumbuh, apalagi ditengah geliatnya pasar modern dengan beragam fasilitas memborbadir Metro ini ditengah maraknya petumbuhan pasar. Pasar-pasar tradisional harus tetap hidup sebagai pusat bertumbuhnya ekonomi masyarakat kecil. Untuk itu kita terus berupaya melalui berbagai cara untuk mempertahankan," katanya.

Misalnya dengan merenovasi pasar agar tetap memberikan kenyamanan yang cukup bagi masyarakat untuk  beraktifitas di dalamnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan lahirnya pasar tradisional bergaya modern yang fenomenal,

"Keberadaan pasar-pasar modern seperti Supermarket, Plaza dan Toserba  itu tidak bisa kita tolak karena itu adalah bagian dari dinamika ekonomi bagi setiap kota berkembang. Tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan masyarakat yang hanya mampu berdagang dan belanja di pasar-pasar tradisional. Sehingga pasar-pasar yang sudah tidak representatif itu kita bangun, jika  masih memungkinkan kita benahi saja," jelasnya.

Lili menambahkan, revitalisasi pasar tradisional termasuk optimalisasi kios dan los yang kosong akan mendongkrak pemasukan daerah. Sumber setoran dari retribusi para pedagang, penjualan kios, dan perpanjangan surat hak penempatan dari para pedagang  pasar tradisional bisa menyumbang PAD hingga Rp 20 miliar lebih.  (red)




0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS