![]() |
| seurayueng nanggroe saat penyerahan plakat budaya aceh pada hari tari sedunia 2015 |
Kab. Bireuen (Aceh), DemokrasiNews.com - Sanggar seni mandiri berbasis swadaya dibawah binaan bunda Roswati S.pd, sejak 2013 telah melahirkan puluhan seniman aceh bidang tari & musik etnik maupun kontemporer. Sanggar yang juga memberikan pelatihan seni secara gratis untuk generasi muda bireuen dan sekitarnya ini telah membawa nama Aceh, khususnya bireuen, menjuarai berbagai ajang kompetisi seni daerah hingga nasional serta kawasan.
Direktur sanggar, bunda Roswati, mengatakan, “Sanggar kami sejak berdiri telah ikut serta dalam berbagai kompetisi se-daerah hingga Ajang se-kawasan seperti siak bermadah serumpun melayu 2014, runner up pada ajang visit year 2015 kota lhokseumawe se-aceh, Wakili Aceh untuk Hari Tari Sedunia 2015, dan menghantarkan bireuen sebagai juara 1 pada Festival sabang fair 2015, serta berbagai ajang lainnya dalam 3 tahun terakhir.”
Keberadaan sanggar yang berada dijalan lintas Kab. Bireuen-pantai kuala raja, yang merupakan destinasi wisata pantai populer Kab. Bireun ini, sangat cocok sebagai pelengkap promosi eksotisnya budaya aceh, jeumpa bireuen terutama, beranggotakan pemuda pemudi bireun rekrutment dari berbagai profesional menyamakan persepsi untuk melestarikan, menggali budaya dan filosofi hidup masyarakat aceh, mengaplikasikannya melalui gerak tari dan musik olahan kreativitas seurayueng nanggroe bisa dinikmati siapapun yang melintasi Kab. Bireun - pantai kuala raja.
Bunda (panggilan akrab bunda Roswati-red), selaku pembina sanggar, mempunyai misi menduniakan kembali Seni Aceh, dari pesisir negeri jeumpa ini. Bunda mengharapkan perhatian lebih dari pihak terkait budaya atau pariwisata baik Kabupaten Bireun maupun Provinsi Aceh, supaya ikut serta membantu sanggar seurayung nanggroe yang didirikannya dalam memfasilitasi pengembangan bakat minat generasi aceh yang semakin hari terkikis zaman, sehingga dapat menggapai misinya tersebut, di usia menjelang pensiun dari PNS.
Terkait pendanaan sanggar tarinya yang berhasil mempromosikan budaya jeumpa bireun dengan tari kreasi sate matangnya pada hari tari sedunia 2015 lalu, bunda Roswati mengatakan, “Selama ini pemasukan & oprasional sanggar berasal dari swadaya pengurus, keluarga yang hajatan dan lembaga yang mengundang para seniman tampil," pungkasnya. (Roman)
Direktur sanggar, bunda Roswati, mengatakan, “Sanggar kami sejak berdiri telah ikut serta dalam berbagai kompetisi se-daerah hingga Ajang se-kawasan seperti siak bermadah serumpun melayu 2014, runner up pada ajang visit year 2015 kota lhokseumawe se-aceh, Wakili Aceh untuk Hari Tari Sedunia 2015, dan menghantarkan bireuen sebagai juara 1 pada Festival sabang fair 2015, serta berbagai ajang lainnya dalam 3 tahun terakhir.”
Keberadaan sanggar yang berada dijalan lintas Kab. Bireuen-pantai kuala raja, yang merupakan destinasi wisata pantai populer Kab. Bireun ini, sangat cocok sebagai pelengkap promosi eksotisnya budaya aceh, jeumpa bireuen terutama, beranggotakan pemuda pemudi bireun rekrutment dari berbagai profesional menyamakan persepsi untuk melestarikan, menggali budaya dan filosofi hidup masyarakat aceh, mengaplikasikannya melalui gerak tari dan musik olahan kreativitas seurayueng nanggroe bisa dinikmati siapapun yang melintasi Kab. Bireun - pantai kuala raja.
Bunda (panggilan akrab bunda Roswati-red), selaku pembina sanggar, mempunyai misi menduniakan kembali Seni Aceh, dari pesisir negeri jeumpa ini. Bunda mengharapkan perhatian lebih dari pihak terkait budaya atau pariwisata baik Kabupaten Bireun maupun Provinsi Aceh, supaya ikut serta membantu sanggar seurayung nanggroe yang didirikannya dalam memfasilitasi pengembangan bakat minat generasi aceh yang semakin hari terkikis zaman, sehingga dapat menggapai misinya tersebut, di usia menjelang pensiun dari PNS.
Terkait pendanaan sanggar tarinya yang berhasil mempromosikan budaya jeumpa bireun dengan tari kreasi sate matangnya pada hari tari sedunia 2015 lalu, bunda Roswati mengatakan, “Selama ini pemasukan & oprasional sanggar berasal dari swadaya pengurus, keluarga yang hajatan dan lembaga yang mengundang para seniman tampil," pungkasnya. (Roman)










0 komentar:
Posting Komentar