KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Deklarasi demi kerukunan antar umat beragama dengan mengusung tema ‘Kami tinggal, hidup dan berkarya di bumi patriot, nyok wujudkan kerukunan, mengasihi, dan bertoleran terhadap perbedaan keyakinan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan’, digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Stadion Patriot Chandrabaga dan dihadiri oleh Walikota Bekasi, DR.H.Rahmat Effendi dan Wakilnya, Ahmad Syaikhu, pada Sabtu (16/04).
Deklarasi ini di prakarsai oleh Pemerintah Kota Bekasi dan dihadiri oleh unsur Pemerintahan Pusat yakni Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menpolhukam, Ketua MPR-DPR RI, Serta unsur Muspida tingkat Provinsi & Kota, dengan didukung ribuan warga Kota Bekasi beserta perwakilan RT/RW dan pemuka agama se-Kota Bekasi, sehingga acara deklarasi tersebut berlangsung lancar dan sukses.
"Deklarasi ini bertujuan untuk mendukung proses kedamaian dan keindahan dinamika dalam hubungan interaksi sesama warga masyarakat, sehingga persatuan dan kesatuan di wilayah Kota Bekasi mendukung optimalisasi kinerja pemerintah daerah," ujar Bang Pepen, sapaan akrab Walikota Bekasi ini.
“Seperti halnya hubungan interaksi, sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain terhadap suku, agama dalam bernegara dan berlaku pada hukum positif. Maka itu kita- kita inilah yang menjadi sumber kesatuan bangsa dan Negara,” tambahnya.
Pada kesempatan deklarasi ini, orang nomor satu Kota Bekasi itu juga sempat mengisyaratkan soal pro dan kontra terkait masalah pembangunan Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi Utara.
Bang Pepen juga menghimbau kepada seluruh warga yang berdomisili di Kota Bekasi agar jangan membuat interprestasi yang berujung ‘blunder’ pada proses kebijakan yang telah berlaku. “Saya mengharapkan semua harus mempunyai kemampuan intelektual dan dapat menjaga emosional serta spitual dalam kontek dinamika pembangunan. Ini juga harus dilakukan secara umum, dan khususnya kepada seluruh Aparatur Pemerintah Kota Bekasi,” tegasnya lagi. (A. Zarkasih)
Deklarasi ini di prakarsai oleh Pemerintah Kota Bekasi dan dihadiri oleh unsur Pemerintahan Pusat yakni Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menpolhukam, Ketua MPR-DPR RI, Serta unsur Muspida tingkat Provinsi & Kota, dengan didukung ribuan warga Kota Bekasi beserta perwakilan RT/RW dan pemuka agama se-Kota Bekasi, sehingga acara deklarasi tersebut berlangsung lancar dan sukses.
"Deklarasi ini bertujuan untuk mendukung proses kedamaian dan keindahan dinamika dalam hubungan interaksi sesama warga masyarakat, sehingga persatuan dan kesatuan di wilayah Kota Bekasi mendukung optimalisasi kinerja pemerintah daerah," ujar Bang Pepen, sapaan akrab Walikota Bekasi ini.
“Seperti halnya hubungan interaksi, sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain terhadap suku, agama dalam bernegara dan berlaku pada hukum positif. Maka itu kita- kita inilah yang menjadi sumber kesatuan bangsa dan Negara,” tambahnya.
Pada kesempatan deklarasi ini, orang nomor satu Kota Bekasi itu juga sempat mengisyaratkan soal pro dan kontra terkait masalah pembangunan Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi Utara.
Bang Pepen juga menghimbau kepada seluruh warga yang berdomisili di Kota Bekasi agar jangan membuat interprestasi yang berujung ‘blunder’ pada proses kebijakan yang telah berlaku. “Saya mengharapkan semua harus mempunyai kemampuan intelektual dan dapat menjaga emosional serta spitual dalam kontek dinamika pembangunan. Ini juga harus dilakukan secara umum, dan khususnya kepada seluruh Aparatur Pemerintah Kota Bekasi,” tegasnya lagi. (A. Zarkasih)










0 komentar:
Posting Komentar