DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

WAKIL GUBERNUR JABAR KUNKER MENINJAU KORBAN BANJIR BESAR BEKASI

Written By admin on Senin, 25 April 2016 | 19.27


KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Akibat hujan deras yang melanda kota Bogor dan daerah sekitarnya serta meningkatnya volume debit air dibendungan Katulampa dan jebolnya tanggul Cikeas Bogor mengakibatkan banjir besar melanda pemukiman warga Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi, hingga mendapat perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, dengan datangnya Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, pada Sabtu (23/04).

Deddy meninjau langsung lokasi banjir usai memimpin apel siaga banjir yang dihadiri para pejabat Pemkot Bekasi. Saat kunjungan tersebut, sejumlah warga menumpahkan protes kepada Deddy Mizwar terkait lambannya kerja aparat Pemkot Bekasi dan Pemprov Jawa Barat dalam menangani bencana banjir kali ini.

Sementara itu, Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Kepolisisn RI (Polri) yang tergabung dalam tim Search And Rescue (SAR) Senkom Mitra Polri telah mengerahkan 100 personil anggotanya dan sumber daya yang ada bersama TNI/Polri membantu masyarakat terhadap korban banjir di sejumlah titik yang tertimpa bencana.

Moh. Risal Mahmudin selaku ketua Senkom Kota Bekasi langsung memimpin dengan menerjunkan regu penolong berseragam orange di Perum Pondok Gede Permai (PGP), Villa Jatirasa, Perum Kemang Ifi, Perum Mitra Lestari, Perum Kartini dan Nasio. Titik bencana banjir paling parah terjadi di PGP yang ketinggian air mencapai 4 meter sehinga memaksa warga bertahan di atap-atap rumah mereka masing-masing.

Sementara menurut Nurhuda ketua Senkom Bekasi Selatan mengatakan regu penolong banyak  mengalami kendala. "Bencana banjir besar kali ini cukup membuat kewalahan kami, bahwa Kesulitan yang di hadapi cukup tinggi dalam evakuasi seperti ini, karena selain kedalaman air, Arus yang deras serta medan yang agak rumit," tutur Nurhuda pada Demokrasi News disela-sela aksi pembersihan pasca banjir.

"Tim kami harus ekstra hati-hati dalam evakuasi penyelamatan ini, karena ada kalanya masuk gang-gang sempit dan menjumpai lubang selokan, tersangkut, serta adanya kabel jaringan telpon maupun jaringan kabel listrik yang masih aktif. Disamping itu peralatan yang diandalkan adalah hanya perahu karet, pelampung dan tali yang jumlahnya terbatas. Sehingga warga harus menunggu mendapat giliran di evakuasi ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.


“Bantuan logistik yang siap digunakan sangat diharapkan adalah seperti, Nasi bungkus atau makanan instan siap saji, pakaian bersih, aliran air bersih untuk kebutuhan mandi dan air minum menjadi hal yang sangat mendesak. Dan pihak Senkom sendiri bekerja sama dengan 3 Pilar mengimbau bagi yang ingin berpartisipasi dan mengirimkan bantuan dapat langsung menyalurkan ke posko atau bisa juga ke koordinator tim SAR Senkom Kota Bekasi melalui ketuanya yaitu Moh.Risal Mahmudin,” demikian Nurhuda menambahkan.

Ketua Senkom Bekasi, Moh.Risal Mahmudin dalam wawancara disela berlangsungnya evakuasi warga menyampaikan, bahwa Senkom melalui tim rescue yang memiliki semboyan 'Siaga Saat Aman, Ada Saat Di Butuhkan' selalu berkordinasi dengan segenap pihak berkepentingan dalam penanganan bencana. "Senkom selalu bekerja sama selain dengan TNI/Polri juga terutama, dengan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) di pusat atau BPBD di masing-masing daerah," terang Risal.

"Penanganan kebencanaan adalah kegiatan sosial kemanusiaan dimana Senkom Mitra Polri terlibat aktif di dalamnya, baik di pusat maupun di daerah-daerah. Disamping sebagai panggilan jiwa kemanusiaan bidang kebencanaan adalah amanat organisasi. Maka dengan sumber daya yang ada, dengn segala keterbatasan, Senkom berupaya membantu sebisa mungkin dan semampunya. Apalagi Senkom juga menjadi potensi relawan BNPB yang tertuang dalam MoU, Bahkan dalam buku pemetaan relawan nasional, Senkom memiliki jaringan terluas di seluruh Indonesia dengan relawan hampir 10 ribu orang," ungkap Risal dengan bangga.

Dilain sisi, Pemprov Jawa Barat menawarkan tiga opsi terkait penanggulangan pasca banjir. Pertama merelokasi warga, opsi kedua membangun daerah resapan atau danau buatan untuk menampung air kiriman, dan opsi terakhir membangun tanggul di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi.  (A. Zarkasih)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS