KAB. BEKASI, DemokrasiNews.com - Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di Bekasi melakukan aksi simpatik di depan Sentra Grosir Cikarang (SGC) dengan membentangkan spanduk "BEKASI BELUM MERDEKA" dan "BUPATI GAGAL PAHAM", membagikan agitasi dan meminta tanda tangan masyarakat di spanduk sebagai bentuk dukungan. selain itu mahasiswa pun menutup mulutnya dengan lakban hitam sebagai simbol agar masyarakat berani bicara tentang kenyataan Pahit ini.
Salah satu peserta aksi, Jaelani Nurseha mengungkapkan bahwa, Bupati Bekasi dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin telah "GAGAL PAHAM", melihat klaim yang diakui Bupati Berhasil dalam menjalankan amanah rakyat, menjalankan apa yang sudah menjadi ketentuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagaimana mestinya serta menjalankan amanah paripurna APBD tahun 2015.
"Bupati Gagal Paham mengklaim berhasil tanpa rasa puas dari masyarakat. APBD 2015 hanya terserap 82% sehingga silpa 860 milyar yang berdampak hari ini masih banyak kemiskinan, pengangguran, pengadaan komputer gagal, dan kondisi jalan banyak yang rusak berlubang serta retak," Ungkap Jaelani saat diwawancara.
Mahasiswa dari Kampus STT Pelita Bangsa ini pun mengungkapkan soal 20 kawasan Industri yang ada di Kabupaten Bekasi ini Investasi atau Invasi (serangan kedalam)? Mengingat lahan pertanian yang terus tergerus dibeli oleh pemodal besar untuk Industri, justru membuat Petani menggantungkan cangkulnya. selain itu Bupati Bekasi belum mampu menjawab dengan cerdas soal pengangguran dengan dalih skill dan attitude warga Bekasi yang kurang mumpuni tanpa program pemerintah yang mampu membina dan melatih soal ketenagakerjaan secara signifikan, MOU penyerapan tenaga kerja lokal belum mampu mengurai, lalu soal tanah pertanian yang mampu menyerap air tersulap menjadi aspal beton sehingga berdampak kebanjiran.
"20 kawasan industri ini Investasi atau Invasi? menggerus lahan pertanian sebagai daerah resapan juga, sehingga banjir makin meluas. Pintu Tol cibatu banjir, area stadion Wibawa mukti pun banjir. MOU tidak mampu mengurai banyaknya pengangguran," tutup EL sapaan akrabnya Jaelani.
Selain itu, Sofa, peserta aksi lainnya yang membagikan agitasi, mempertanyakan keberadaan dan kebijaksanaan Bupati atas sengketa konflik yang terjadi antara masyarakat, pengusaha dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
"Masyarakat telaga murni teriak relokasi PT. Gunung Garuda, masyarakat tarumajaya babelan terganggu dan ketakutan atas proyek penggalian pipa gas PGN, dan pedagang Pasar Baru Cikarang tolak revitalisasi yang dipihak ketigakan nantinya. kemana bupati?," ungkap sofa mahasiswi STAI Nur Elghazi.
Aksi berlangsung damai dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB dengan pengawalan pihak kepolisian dari polsek cikarang, walau sempat terjadi kemacetan karena mahasiswa long march dari Kampus LP3I ke SGC. (A. Nuriman/A, Zarkasih)













0 komentar:
Posting Komentar