KAB. ACEH UTARA (Aceh), DemokrasiNews.com - Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI L Rudy Polandi menyatakan, selain industri, Aceh Utara merupakan salah satu lumbung padi terpenting di Provinsi Aceh. Sejak dulu, Aceh Utara menjadi faktor penentu ketahanan pangan di Aceh.
Hal itu disampaikan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI L Rudy Polandi pada acara penanaman padi perdana secara serentak, perluasan lahan sawah cetak baru Wilayah Kodim 0103/Aceh Utara jajaran Korem 011/Lilawangsa, bersama Gubernur Aceh diwakili Staf Ahli Dr Iskandar, Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Dedy Agus Purwanto, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Eka Oktavian Wahyu Cahyono, pencanangan program Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi Aceh di Desa Blang Aman Jaya, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (12/5).
Pangdam menyatakan, Setelah pemekaran daerah menjadi dua kabupaten dan satu kota, Aceh Utara yang memiliki luas areal persawahan 45.000 hektare (ha) semakin menunjukkan keunggulannya di sektor pertanian. Dengan program ketahanan pangan ini, akan ada penambahan lahan pertanian seluas 2.000 ha, “Dengan demikian, Aceh Utara akan mengelola lahan persawahan seluas 47.000 ha,” ujar Pangdam.
Ketahanan pangan yang secara nasional sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo, bukanlah merupakan sebuah kendala bagi Kabupaten Aceh Utara yang sejak dulu sangat identik dengan pertanian. Soal ketersediaan air juga tidak menjadi masalah bagi Aceh Utara, karena irigasi permanen untuk pengairan sawah sudah tersedia.
Dikatakan, program tanam padi serentak yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional, seolah menjadi mimpi indah bagi masyarakat Aceh Utara, khususnya Desa Blang Aman, kecamatan Lhoksukon.
Pangdam terlihat sangat antusias mengajak masyarakat Aceh Utara untuk menyukseskan program ini. Disebutkan, ketahanan pangan menjadi prioritas bagi negara ini, karenanya Kodam IM melakukan upaya perluasan sawah di seluruh Provinsi Aceh dengan mencetak sawah baru seluas 15.300 hektare yang tersebar di 11 kabupaten. “Program ini dilaksanakan atas kerja sama TNI-AD dan Dinas Pertanian Aceh,” ujarnya.
Sedangkan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutan yang dibacakan staf ahli gubernur menyebutkan, pemerintah Aceh memberikan perhatian khusus di bidang pertanian, dikarenakan Aceh mempunyai lahan tidur seluas 26 ribu ha. Sehingga pemerintah dibantu TNI mempunyai program cetak sawah baru dalam upaya menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional.
Pemerintah Aceh bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertekad pada 2017 ingin menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional, mengingat 70 persen dari 15 juta penduduk Aceh tinggal di pedesaan dan bekerja sebagai petani.
“Sebagaimana kita ketahui, sektor pertanian merupakan salah satu kunci utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini dapat dipahami, sebab sebagian besar luas daerah Aceh digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan,” ujar Zaini Abdullah.
Pada acara yang sama, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib mengatakan, Ada pun luas lahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan program ini mencapai 2.000 ha sawah, terdiri atas 1.075 hektare sudah memiliki Survey Identivication Design (SID) dan 925 ha belum memiliki SID. Kegiatan tanam padi serentak mencapai 200 ha dari total 464 ha yang sudah siap tanam.
Pelaksanaan program ini akan terus dikawal oleh Pemkab melalui Dinas Pertanian bekerja sama dengan Kodim 0103/AUT. “Kami sangat berterimakasih kepada TNI yang telah mendukung program ini. Untuk tahun ini, akan dilakukan perluasan sebesar 1.075 ha dari alokasi 2000 ha sawah baru, sehingga luas areal persawahan Aceh Utara menjadi 47.000 ha,” ujar Bupati Muhammad Thaib.
Pada kesempatan itu, pemerintah juga diberikan benih padi, alat menanam padi, dan pompa air secara simbolis kepada petani Blang Aman. Kemudian, Pangdam IM, Bupati Aceh Utara, Kepala Dinas Pertanian Aceh, Danrem 011/LW, dan Dandim 103/Aceh Utara, melakukan penanaman padi perdana di areal sawah seluas 400 hektar di Gampong Blang Aman, Lhoksukon, Aceh Utara. (faZ)










0 komentar:
Posting Komentar