DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

PEMIMPIN DAERAH BEKASI SEPAKAT PEMISAHAN ASSET ANTARA PDAM BHAGASASI DENGAN PDAM TIRTA PATRIOT

Written By admin on Selasa, 14 Juni 2016 | 18.22


KAB. BEKASI, DemokrasiNews.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi, melakukan penandatanganan nota kesepahaman Kesepakatan bersama (MoU) pemisahan asset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot terhadap asset PDAM Bhagasasi, yang menyediakan kebutuhan akan air bersih di Kota Bekasi dan diharapkan pemisahan ini akan tuntas pada akhir Desember 2016.

Walikota Bekasi DR. H. Rahmat Effendi ketika menjelaskan di komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengatakan memang masih banyak masyarakat Kota Bekasi yang telah berlangganan kepada PDAM Bhagasasi, yang merupakan perusahan pengelolaan air bersih terlama di Bekasi. Dan penyerahan serta pemisahan asset PDAM Bhagasasi kepada PDAM Tirta Patriot secara normatif.

“Secara teknis pemisahaan aset ini diserahkan pada jajaran direksi masing-masing pengelola air bersih terbesar di Bekasi tersebut,” Tuturnya pada Demokrasi News pada, Senin (13/06).

Penandatanganan MoU pemisahan asset ini dilakukan langsung Walikota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi dan Bupati Bekasi, dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin, untuk membatasi berdasarkan daerah pemerintahan, agar secara perhitungan pendapatan lebih jelas. Pelaksanaan dalam pembagian asset ini masih dalam perhitungan besaran yang menjadi kewenangan disaat pengelolaan baru.

Asset-asset ini meliputi infrastruktur, antara lain bangunan, spam jaringan bawah tanah dan pelanggan pengguna jasa PDAM serta lain sebagainya. Ini dilakukan sebagai mana mestinya disaat akhir kontrak perjanjian kerjasama terjadi, sehingga tidak akan muncul banyak pertanyaan.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin bertukar naskah MoU penandatanganan pemisahan aset PDAM Bhagasasi dengan PDAM Tirta Patriot. Jadi secara legal masalah pemecahan asset penyedian air bersih antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi sudah selesai. Sedangkan pembagian asset masih dilakukan pemeriksaan dari badan apresiasi.

Sementara itu, ditempat yang sama Sekretaris Pelaksana Kabupaten Bekasi, H Rahmatullah membenarkan telah terjadi kesepakatan bersama untuk melakukan pemisahaan asset dengan dilakukan penandatangan antara Walikota dan Bupati Bekasi. "Dalam pelaksanaanya akan dilakukan empat tahapan dalam pengelolaan asset ini, yang pertama memaksimalkan pengelolaan Cabang Wisma Asri dan Harapan Baru Bekasi Utara guna melayani warga sekitar," ujar Rahmatullah.

Sedangkan untuk tahap kedua hingga keempat akan dilakukan pada tahun depan. Pembagian asset ini akan dibagikan setelah dilakukan pemeriksaan dari Badan Audit Apresiasi Kantor Jasa Pemilik Publik (BA2KJP2).

Saat ini sudah ada 19 kecamatan yang menggunakan jasa PDAM Bhagasasi Kabupaten Bekasi tetapi masih menggunakan pipa jalur Kota Bekasi. Nantinya akan dilakukan pemisahan secara bertahap dengan perhitungan panjang pipa yang digunakan hingga sampai ke titik pemetaan yang ada di sejumlah kecamatan.

Rahmatullah juga mengungkapkan untuk pembangunan insfraktruktur akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2017 hingga 2020. "Selain itu juga akan dilakukan sosialisasi pemetaan daerah kecamatan guna melakukan penyambungan jaringan pipa pengaliran air bersih, ini pun secara bertahap pula," tandasnya.  (A. Zarkasih)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS