KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam mewujudkan strategi menanggulangi paradigma baru yang akan timbul, yakni dengan proaktif melayani warganya, terkait musibah kasus vaksin palsu yang merebak di Bekasi beberapa waktu lalu.
Pelaksanaan vaksinasi ulang di Rumah Sakit (RS) Rawalumbu, Kota Bekasi ditinjau langsung Walikota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi dengan didampingi Camat Rawalumbu, Lukmanul Hakim, S.IP, M.Si dan Lurah Rawalumbu, Makhfud Saifudin, S.Sos serta Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Bekasi, drg. Tetty Manurung dan staf Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas Kesehatan, Beti Sumiati, S.SIT, MKes, M.HKes pada, Selasa (26/07) pagi.
Terpantau Demokrasi News, Vaksinasi digelar pukul 09.00 WIB yang merupakan vaksinasi ulang akibat beberapa pasien terkontaminasi vaksin palsu, khususnya bagi pasien dari Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth yang langsung dicek Walikota Bekasi ke-validan vaksin yang digunakan. "Harus sudah dijamin keasliannya, jangan sampai saya ke sini masih palsu juga," ujar Rahmat Effendi.
“Kita sudah proaktif, sudah ada Satgas dan sudah ada tempat vaksin ulang, kalau ada dampak lain kita akan evaluasi secara klinis dan cek medis, sehingga tidak perlu ditakutkan lagi, jangan ada interprestasi di masyarakat, semua dalam pengawasan kita (Pemkot Bekasi),“ jelasnya.
Dari data yang masuk tercatat sekitar 20 orang pasien, didapati baru sekitar 12 pasien yang melakukan vaksinasi ulang, dan secara langsung Walikota Bekasi meminta pihak rumah sakit, Kelurahan dan kecamatan setempat untuk terus mem-follow up 8 pasien tersebut untuk segera melakukan vaksin ulang di RS Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu ini.
Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Vaksin palsu Kota Bekasi, dr. Pusporini menjelaskan bahwa para pasien yang belum di vaksinasi akan dilakukan vaksinasi susulan. "Yang belum dilakukan vaksinasi akan dijadwalkan ulang," terangnya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Sekdis Kesehatan, drg. Tetty Manurung didampingi staf PPID, Teti Sumiati mengatakan bahwa vaksin yang digunakan tidak palsu dijamin valid dan tentunya pasti gratis.
"Pemerintah selalu proaktif melakukan apa yang ada, masyarakat tidak perlu lagi ada yang ditakutkan. Jadi masyarakat benar-benar lakukan imunisasi untuk buah hatinya," ungkapnya pada awak media Demokrasi News.
Masyarakat dihimbau untuk melaksanakan vaksinasi ulang, untuk menghilangkan keraguan, karena vaksinasi merupakan bukan makanan yang mengenyangkan, vaksin itu juga bukan untuk membebaskan penyakit. Akan tetapi vaksinasi adalah untuk proteksi kekebalan didalam tubuh. (A.Zarkasih)













0 komentar:
Posting Komentar