![]() |
| (foto : ilustrasi) |
Kota Bekasi, DemokrasiNews.com - Dengan menjamurnya apartemen di Kota Bekasi, disebabkan para investor menilai Kota Bekasi sebagai wilayah strategis. Keberadaan apartemen juga bisa sebagai ukuran pesatnya pembangunan sebuah daerah selain menambah income bagi daerah, Namun pembangunan apartemen juga bisa berdampak sosial dan lingkungan.
Kekhawatiran masyarakat beralasan. Seperti, khawatir pembangunan apartemen bisa memicu banjir, kemacetan, limbah, resapan air hingga persoalan persediaan air tanah dengan banyaknya apartemen.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Bekasi komisi B, Arwis Sembiring, menilai SKPD terkait kurang menata dalam memberikan perizinan, yang diharapkan agar SKPD tersebut mematuhi undang-undang terkait, agar keberadaan apartemen tidak akan mengakibatkan dampak sosial maupun lingkungan.
’’Ya, menurut saya terkait dengan pemberian perizinan dari gedung-gedung yang ada di Kota Bekasi, seperti apartemen dan hotel, tentunya jangan terlalu berpihak pada investor. Masyarakat juga harus diperhatikan. Terkait hal ini, kita akan adakan pertemuan dengan dinas terkait untuk membahas masalah perizinan apartemen dan hotel,” ucap politisi Partai Demokrat ini.
Lanjutnya, “Sebab, apartemen sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Pihaknya juga mengingatkan agar pihak pemerintah daerah bisa melakukan penataan secara baik. menilai dari segi positif keberadaan apartemen dengan penataan yang baik, maka tidak akan ada pihak yang dirugikan. Dia juga yakin keberadaan apartemen bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, di sinilah dari peran pemerintah yang merumuskan. Sehingga dari bangunan apartemen tidak membuat rusak lingkungan.”
“Maka itu, agar tidak menjadi semacam simalakama, pembangunan apartemen harus prosedural. Dengan artian semua perizinan yang disyaratkan harus terpenuhi. Selain itu, pengembang juga harus mengurangi risiko dampak sosial dan lingkungan yang akan terjadi”, pungkasnya. (red)
...










0 komentar:
Posting Komentar